Bonjour!
Setelah beberapa minggu terkatung-katung, antara jadi dibikin atau enggak, akhirnya dalam waktu 34 menit tepatnya jam 5.52pm kemarin, gue berhasil merampungkan bagian pertama dari Randu & Nisa.
Sebelumnya, ada beberapa yang harus diketahui sebelum ngebaca cerita gue.
- Ada cast yang asli dan ada yang fake, jadi cerita gue berada di antara kemurnian dan kepalsuan, atau antara hidup dan mati.
- Cast yang asli disini adalah Randu, Mama Randu, Papa Randu, Kakak Randu, Anisa, Afdhal, Agung, Yanel. Credit diberikan dengan segala hormat kepada orang tua masing-masing sedangkan yang lainnya adalah murni hasil pemikiran gue yang naif.
- Ayam juga murni hasil pemikiran gue.
- Tidak ada dialog disini karena emang gue hanya memandang cerita dalam bentuk retell. Contohnya ketika lo minta temen lo cerita tentang film yang baru saja doi tonton, pasti doi gak bakal ceritain sampe ke dialognya kan. Inilah yang jadi ciri khas dari cerita Randu & Nisa.
- Kalau ada di antara cast yang tidak berkenan dengan cerita saya harap jangan melapor polisi setempat, apalagi sampai ngelapor ke FBI.
- Kepada Yth. Departemen Peternakan, ayam yang saya bikin di cerita ini gak asli kok pak. Maap.
- Biar gak bingung, fokus cerita gue sifatnya berubah-ubah. Kadang ke Randu, kadang ke Nisa, kadang ke ayam. Jadi tolong mengertilah dengan sepenuh hati, jiwa, dan raga.
- Biar lebih kece dan mudah dipahami, setiap nama cast baru bakal dikasih bold. Bertujuan supaya readers yang enggak ngeh bisa merasakan hawa baru di cerita.
- Di beberapa bagian, cerita ini bakal lebay!
Okedeh, daripada banyak bacod, let's read!
-________________________________________________________________________________-
Randu, seorang pria yang perawakannya biasa saja dan Anisa,
seorang wanita yang juga biasa saja, awalnya tidak memiliki perasaan satu sama
lain. Mereka sekelas, menjalani hidup mereka sebagaimana makhluk-makhluk
lainnya –baik hidup maupun mati- yang mereka ketahui. Semua berubah tatkala
kejadian yang bakal diingat dan dikenang sepanjang hayat oleh mereka berdua.
Tersebutlah suatu masa, dimana Anisa kehilangan ketiga ayam
peliharaannya yang lepas dari kandang. Ayamnya berwarna hitam, putih, dan
merah. Randu yang tengah itu melihat ayam peliharaan yang berjalan bertiga
dengan warna berbeda pun merasa bahwa ayam tersebut adalah kepunyaan Anisa,
karena baik peliharaan dan pemiliknya sama-sama memiliki kesamaan; ANEH. Karena
Anisa terkesan akan kebaikan dan kesucian hati Randu yang mau mencari dan
mengembalikan ayam-ayam terkasihnya tersebut, Anisa pun jatuh cinta pada
pertolongan pertama. Jadinya lah ia menjadi pengagum rahasia yang mengagumi
sang pujaan hati, Randu dari kejauhan. Sayangnya, Randu sama sekali tidak
merespon perasaan Anisa.
Setelah lama mengagumi dan belum sadar atas kebertepukan
sebelah tangannya perasaannya, di suatu malam Anisa bermimpi. Di mimpinya, ayam
Anisa yang berwarna merah memberikan suatu wejangan untuknya. Kenapa harus ayam
yang berwarna merah? Karena masing-masing dari ayam peliharaan Anisa memiliki
sifat tersendiri: ayam hitam yang jahat, ayam putih yang baik dan suka mengaji,
serta ayam merah yang bijak laksana. Ayam merah berkata, “Anisa, lupakanlah
Randu, ia tidak mencintaimu. Randu bukanlah yang terbaik untukmu.” Namun Anisa
sama sekali tidak mengindahkan perkataan si ayam merah dan proses pengagumannya
berlanjut terus.
Suatu ketika, mamanya Randu yang bernama Ibu Fitri
memutuskan untuk mencarikan jodoh buat putra semata wayangnya. Setelah sekian
lama mencari akhirnya beliau menemukan seorang wanita yang menurut beliau pas
dan cocok dengan Randu, namanya Suratih. Untuk menghargai perasaan mamanya,
Randu berusaha untuk membuka hatinya pada Suratih, meskipun sebenarnya hatinya
masih terpaut pada cinta lamanya, Bunga, yang ia putuskan beberapa bulan yang
lalu. Namun tampaknya Bunga tak lagi memikirkan Randu.
Kabar bahwa Randu sedang dekat dengan seorang wanita pun
berhembus dari telinga ke telinga, apalagi mereka dijodohkan oleh orang tua
nya. Kabar ini sampai di telinga Anisa yang membuat Anisa drop dan tidak bisa
bangkit lagi untuk mengejar cita-citanya. Setiap pagi, siang, dan malam ia
menangis, berharap ia bisa melupakan Randu atau membuat Randu jatuh ke
pelukannya. Namun seiring waktu berjalan, hal itu sepertinya begitu sulit
dilakukan. Kegalauan Anisa terdengar di seluruh jejaring sosial dan membuat
kekasih masa lalunya, Afdhal, berusaha menarik simpatinya dengan berusaha
memberi perhatian untuknya. Ya, Afdhal masih memiliki perasaan pada Anisa namun
Anisa tidak.
Setelah hubungan Randu dan Suratih berjalan cukup lama,
namun mereka berdua merasa belum memiliki kemistri. Mereka berusaha membangun
cinta tapi tak bisa. Pak Syukri, papanya Randu, yang melihat tak adanya
benih-benih cinta yang tumbuh di antara mereka pun membatalkan perjodohan
tersebut. Randu kembali ke kehidupan lamanya dan masih menaruh harapan terhadap
Bunga. Sedangkan Anisa? Sekarang ia sedang berusaha berbaikan dengan masa
lalunya.
Suatu hari, terdengarlah kabar dari Bunga, wanita yang
selama ini dinantikan Randu. Bunga sedang menjalin cinta dengan Adly, pria yang
menurutnya pas di hatinya. Kabar ini tentu saja membuat Randu menjadi retak
hati dan tidak mampu berkata apa-apa lagi. Hatinya hancur sehancur-hancurnya.
Semua makanan yang disodorkan mama dan papanya tidak ia makan. Ia juga sering
muntah.
Karena melihat kondiri Randu yang hampir sekarat, kakaknya
Randu berusaha menghibur Randu dengan menghadirkan seorang wanita baru (lagi) dalam
hidup Randu. Namanya Jocelyn, ia adik temannya yang asalnya dari Singapura. Jocelyn
yang manis pun datang ke rumah Randu, dan Randu terpesona sekaligus jatuh hati
pada pandangan pertama, begitu pula dengan Jocelyn. Pada hari itu juga mereka
kencan pertama dan langsung jadian.
Di suatu malam minggu yang cerah bertabur bintang, Randu dan
Jocelyn dinner di sebuah restoran romantis yang pemandangannya menghadap ke
peternakan. Sedang asik memadu kasih, datanglah dua sejoli Bunga dan Adly yang
juga dinner di restoran tersebut tanpa disangka-sangka. Karena Randu dan Bunga
saling kenal dan sempat dekat secara personal, serta mereka sudah tidak
memiliki perasaan apa-apa lagi satu sama lain, memutuskan untuk kencan ganda.
Mereka berempat saling berkenalan dan tak lama kemudian suasana menjadi cair
bercampur gelak tawa.
Perkenalan yang harusnya menjadi ajang peningkatan
silaturrahmi malah menjadi petaka bagi hubungan mereka. Karena terkesima dengan
paras cantik Jocelyn, Adly malah jatuh cinta padanya. Parahnya, Jocelyn juga
begitu. Mereka menjalin hubungan gelap tanpa diketahui Randu dan Bunga. Namun
seperti kata pepatah “sepandai-pandai menyimpan bangkai, suatu saat tercium
juga”, hubungan mereka tercium oleh Bunga, dan sesaat lagi Randu pasti juga
tahu. Karena situasi yang sudah tidak beres lagi, Adly dan Jocelyn memutuskan
untuk kabur dari pasangan mereka masing-masing dan kawin lari. Jadinya, Randu
yang terlebih dahulu galau, tambah galau lagi. Sedangkan Bunga yang tidak
galau, sekarang jadi galau akut.
Untuk mengobati perasaannya yang sudah hancur luluh, Randu
mulai mengais-ngais masa lalunya, berharap masih ada yang tersisa. Benar,
setelah ia berpikir cukup lama, masih ada satu lagi yang mungkin mau
menerimanya, Agung.
Ya, Agung. Dulu Agung adalah penggemar berat Randu, namun
Randu sama sekali tidak membalas perasaan Agung dan mencampakkannya. Sekarang
sudah terlambat bagi Randu untuk meminta Agung kembali. Kini Agung sudah
bahagia bersama wanita yang ia cintai, Yanel. Tak ada lagi celah bagi Randu
untuk masuk ke kehidupan Agung lagi.
Bagaimana dengan Anisa? Ia masih mencoba merajut kasih
dengan Afdhal, dan sepertinya tidak perlu diceritakan.
-________________________________________________________________________________-
Singkat dan begitu padat! Gimana tanggapannya? Lebay kan? Muehehe~
Gue tahu cerita gue pasti membingungkan. Untuk itu gue ngasih FAQ buat readers yang pemahamannya masih kurang :p
- Kenapa Anisa di pertengahan cerita gak disinggung-singgung lagi? ----- Itulah asiknya! Di part 2 Randu yang bakal gue cuekin. HHAHAHAHA!!!! *evil laugh*
- Agung gimana? Namanya kan cowok? Kenapa dia harus suka dengan Randu yang nista? *maap Ndu*. Agung maho dong? ----- Ya bisa jadi sih~
- Trus Jocelyn sama Adly yang kawin lari gimana? Masa langsung kawin, darimana duitnya? Bonyoknya udah restu gak? Bonyok Jocelyn yang di Singapura udah restu? ------ Jangan kepo urusan orang deh. Suka-suka dia dong, yang kawin siapa? Tapi sih gue ngarepnya gak kawin~ Paling ntar dua sejoli ini muncul lagi di part 2 -.-
- Suratih itu pembantu ya? ------ Jadi gini, gue sih ngarepnya Suratih itu dulunya pas dilahirin anak orang kaya. Trus pas bayi ketuker sama anak orang miskin, dan dikasih nama Suratih. Padahal kalo jadi anak orang kaya pasti dikasih nama yang kece, contohnya Stella, Clara, Chelsea, Stephanie, Claire~ Pas remajanya langsung ketemu sama ortu aslinya.
- Ayam warna putih semua ada, warna hitam semua ada, warna merah semua? Gak ada! Ah ngarang lu! ------ Kan emang gue ngarang nyet! -.-
Udah ah, segitu dulu ceritanya. Kalo masih ada pertanyaan lain yang masih berkecamuk di hati, silakan komentar di bawah ini atau mention akun twitter gue @NDs_HyunRin dengan menyertakan hestek #FAQRanduNisa biar gue mudah jawabnya.
Sekali lagi jika ada yang tidak berkenan harap jangan ganggu kehidupan gue, terutama buat Randu, Nisa, Agung *masuk bunker kiamat*!


0 comments:
Post a Comment
If you like or interested with my post, please leave your comment here. Don't be SILENT READER! Please admit my hard work. Thank you.
Jika kamu suka atau tertarik dengan postingan saya, silakan tinggalkan komentar anda. Jangan menjadi pembaca diam! Tolong hargai kerja keras saya. Terima kasih.