Untuk yang tercinta, orang yang selalu sibuk...
Sibuk, lima huruf, dua suku kata. Simpel sekali kelihatannya dan bagi sebagian orang biasa-biasa saja.
Tidak denganku...
Menghabiskan seluruh waktu luang yang seharusnya dapat kita nikmati bersama, tergantikan oleh SIBUK yang membelenggu, tak mengizinkan kita untuk sekedar bertukar kabar, sekedar mengatakan "Hai".
Kalau kamu tidak sibuk pasti kamu bisa mengirimi aku pesan.
Kalau kamu tidak sibuk pasti kamu bisa membalas semua chatku.
Kalau kamu tidak sibuk pasti kamu bisa mengangkat teleponku.
Kalau kamu tidak sibuk pasti perasaan rinduku terobati.
Kalau kamu tidak sibuk pasti aku tak akan digantung tanpa kepastian seperti ini.
Dan aku harus tetap diam dan tenang disini jika aku tak mau dikecewakan. Menanti di ujung senja, berharap ponselku berdering sekali saja pertanda kamu masih ingat aku.
Aku cemburu pada sibuk, selalu membuatmu menghindar dariku. Sibuk, menghabiskan waktu berdua denganmu sepanjang hari hingga tak ada lagi waktu untukku. Sibuk, kekasih barumu saat ini, yang mengalihkan duniamu dari kekasihmu yang sebenarnya.
Aku khawatir. Khawatir kamu tak memberi kabar. Pagi, siang, hingga malam pun. Satu pesan saja sudah berarti untukku, pengobat segala rasa rindu dan kecemasanmu.
Ingin sekali aku bertemu dengan sibukmu, mencacinya agar ia tak mendekat padamu, agar ia tak membuat aku merasa kehilanganmu.
Dan aku sama sekali tidak tega untuk mengusikmu dan sibukmu, tak tega mengujanimu dengan berbagai macam pertanyaan yang memberatkan otakmu, tak tega mengirimkanmu berjuta pesan penuh rasa kesal dan amarah. Sungguh, aku tidak setega itu.
Akulah yang harus mengalah, mengalah untuk mempertahankan apa yang seharusnya aku dapat.
Pada akhirnya aku harus mengalah pada sibuk...


0 comments:
Post a Comment
If you like or interested with my post, please leave your comment here. Don't be SILENT READER! Please admit my hard work. Thank you.
Jika kamu suka atau tertarik dengan postingan saya, silakan tinggalkan komentar anda. Jangan menjadi pembaca diam! Tolong hargai kerja keras saya. Terima kasih.